Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama
ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau)
yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan
itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan
sekitar 36.000 jiwa. Saat ini Krakatau merupakan daerah tujuan wisata bagi
sebagian orang yang menyukai petualangan sembari menikmati keindahan alam di
sekitar Krakatau.
Akomodasi penginapan untuk menuju Krakatau sangat terbatas. Pulau terdekat yang memiliki akomodasi penginapan adalah Pulau Sabesi. Pulau Sabesi ini dapat dicapai menggunakan kapal dari Bakahueni (Lampung) dengan lama perjalanan selama 2 jam. Penginapan yang ada sangat sederhana, terdapat beberapa kamar yang di dalamnya seperti barak. Satu kamar bisa menampung 8 orang. Sedangkan dari Pulau Sabesi – (Pulau) Krakatau dapat ditempuh dengan kapal sekitar 2 jam.
Wisata yang
bisa dilakukan di Krakatau adalah mendaki gunung Krakatau,
menyaksikan sisa lelehan kawah, dengan waktu tempuh normal sekitar 30-45 menit.
Didekat puncak ke dua sebelum puncak pertama, pemandangannya luar biasa indah.
Juga Snorkeling di daerah sekitar pulau/gunung Krakatau, coralnya cukup
indah atau di Pulau Kumang, pulau yang dekat dengan pulau Sabesi, pulau
kecil dengan pasir putih yang indah. Disana tidak ada biaya apapun selain sewa ranger.
Secara umum waktu yang terbaik adalah saat musim kemarau atau April – September, karena dikhawatirkan apabila musim hujan, ombak cukup tinggi dan laut berkabut yang menyebabkan kapal tidak bisa berjalan.
Bekal yang perlu dipersiapkan untuk
dibawa selama mengunjungi Krakatau seperti makanan karena disana tidak ada
penjual makanan, dry pack untuk menyimpan barang yang tidak tahan air, juga
peralatan renang atau alat snorkeling. Yang tak kalah pentingnya adalah persiapan
mental apabila menghadapi laut yang bergelombang.

