Ada tiga pulau lain
yang penuh dengan biawak Raksasa ini, yaitu Pulau Rinca, Pulau Gili
Motang, dan Pulau Nusa Kode. Kalau berangkat ke sana, berikut ada 10 tip
bertemu komodo di Taman Nasional Komodo.
Pilih keberangkatan dari Labuan Bajo
Taman Nasional Komodo bisa dicapai dari dua arah: Labuan Bajo, Flores
atau dari Lombok. Bila Anda memilih Lombok, jarak tempuh akan memakan
waktu sehari-semalam. Sedangkan melalui Labuan Bajo hanya dua jam saja.
Untuk ke Labuan Bajo, Anda bisa menumpang pesawat ke Bandara Ngurah Rai
di Denpasar, berlanjut ke Bandar Udara Komodo Labuan Bajo. Satu pesawat
yang melayani rute itu adalah Merpati Airlines. Di penerbangan normal,
tarif Jakarta-Denpasar-Labuan Bajo dan sebaliknya sekitar Rp 2,5 juta.
Tapi harga promo hanya Rp 680 ribu saja.
Pesan hotel sebelum sampai di Labuan Bajo
Labuan Bajo bukan pusat kegiatan wisata Flores yang baru bangun. Sudah
puluhan tahun kota ini dikunjungi banyak turis. Sebabnya satu, Labuan
Bajo memiliki dermaga tempat kapal-kapal menuju Pulau Rinca dan Pulau
Komodo melepas sauhnya. Karenanya, banyak penginapan di Labuan Bajo,
dengan sewa Rp 100 ribu per malam pun ada. Salah satu penginapan layak
disewa adalah Chez Felix. Penginapan berkamar 14 ini tidak jauh dari
Bandara Komodo Labuan Bajo. Biaya sewa per malam Rp 200 ribu. Itu sudah
termasuk sarapan pagi serta antar-jemput gratis dari serta ke bandara
udara.
Cari agen perjalanan ke Taman Nasional Komodo
Di sepanjang jalan menuju dermaga Labuan Bajo, ada puluhan agen
perjalanan yang menawarkan kapal ke Pulau Komodo atau Rinca. Tapi
sebaiknya Anda tidak langsung setuju dengan harga tawaran dari si agen.
Coba masuk ke beberapa kios perjalanan dan bandingkan biaya
perjalanannya. Biasanya mereka menawarkan jasa Rp 200 ribu hingga Rp 650
ribu per kepala. Semua untuk perjalanan ke Pulau Rinca dan snorkeling.
Yang membedakan hanya di fasilitas kapal, makan siang, serta
perlengkapan snorkelingnya.
Pergi ke toilet
Sebelum memasuki wilayah Taman Nasional Komodo, lebih baik Anda
bereskan semua urusan perut dan kamar mandi. Jangan sampai Anda merasa
kebelet buang air besar atau kecil ketika sudah di Pulau Rinca. Sebab
toilet hanya berada di pos penjaga, yakni di pintu masuk. Kalau Anda
terlanjur masuk ke hutan, harus menunggu sekitar satu jam hingga
pendakian selesai dan kembali ke posko awal.
Selalu berjalan di belakang ranger
Ranger atau penjaga hutan adalah orang yang akan mengawal Anda selama
menyusuri hutan Pulau Rinca. Tiap ranger membekali dirinya dengan
sebatang kayu dengan cabang di ujungnya. Kayu itu berfungsi untuk
menahan leher komodo yang tiba-tiba datang menyerang. Untuk itu
sebaiknya Anda selalu berjalan di belakang penjaga hutan.
Jangan berlari atau melambaikan benda
Selama dalam rimba Pulau Rinca, janganlah Anda berlari. Meski ada
komodo menghampiri Anda. Cara paling jitu adalah berjalan menghindar ke
sisi lain tanpa menimbulkan gerakan mendadak. Tetap tenang. Maka komodo
tidak akan mengejar Anda. Di sana, Anda juga dilarang melampaikan benda
apapun, seperti topi. Karena komodo melihat itu sebagai daging yang
diayunkan. Ia pun akan berlari cepat menghampiri Anda.
Hindari datang bulan
Turis perempuan akan dilarang masuk ke Taman Nasional Komodo bila ia
tengah haid atau datang bulan. Alasannya, penciuman komodo sangat tajam
akan amis darah. Bila ada perempuan sedang menstruasi, bukan satu komodo
yang akan datang menghampiri. Tapi banyak. Sebab hembusan angin membawa
bau darah itu ke mana-mana.
Hindari kunjungan ke Taman Nasional Komodo kala musim hujan
Untuk melihat komodo, Anda tidak berjalan di tanah beraspal atau semen.
Tapi melewati hutan lebat dengan dasar tanah dan lumpur. Karenanya,
hindari berkunjung ke habitat komodo waktu musim hujan. Sebab rute
pendakian akan sangat becek dan licin

